Powered By Blogger

Minggu, 24 Oktober 2010

Hitungan Led

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang berfungsi sebagai penghambat atau membatasi  arus listrik. Nilai hambatan pada resistor disebut resistansi. Karena resistor yang fungsinya  sebagai penghambat arus listrik, maka sering disebut hambatan listrik. Resistor pada umumnya terbuat dari bahan karbon namun ada pula yang terbuat dari bahan kawat resistansi(kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
Dari hukum Ohm : resistansi berbanding terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Satuan resistansi suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Spesifikasi lain yang perlu diperhatikan dalam memilih resitor pada suatu rancangan adalah besar dayanya. Karena resistor bekerja dengan dialiri arus listrik, maka akan terjadi disipasi daya berupa panas sebesar W=I²R watt. Semakin besar ukuran fisik resistor menunjukkan semakin besar kemampuan disipasi daya resistor tersebut. Umumnya di pasar tersedia ukuran 1/8, 1/4, 1, 2, 5, 10 dan 20 watt. Resistor yang memiliki disipasi daya 5, 10 dan 20 watt umumnya berbentuk kubik memanjang persegi empat berwarna putih, namun ada juga yang berbentuk silinder. Tetapi biasanya untuk resistor ukuran besar nilai resistansi dicetak langsung dibadannya, misalnya 100Ω 5W.

Resistor berdasarkan nilainya dapat dibagi dalam 3 jenis  yaitu :
1. Fixed Resistor : Yaitu resistor yang nilai resistansinya tetap atau tidak berubah. Resistor tetap biasanya ditandai dengan menggunakan cincin warna yang berfungsi sebagai tanda nilai resistansi.
 Kode warna pada resistor.
Banyaknya cincin kode warna pada setiap resistor ada yang berjumlah empat cincin arna dan ada juga yang berjumlah lima cincin warna. Resistansi yang mempunyai lima cincin terdiri dari cincin 1 , 2 dan 3 adalah cincin digit, cincin 4 sebagai pengali serta cincin 5 adalah toleransi. Resistansi yang mempunyai empat cincin terdiri dari cincin 1 , 2 adalah sebagai digit, cincin 3 adalah cincin pengali dan cincin 4 sebagai toleransi.

Gambar tabel warna cincin resistor :




2. Resistor  variable : Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat diubah-ubah.
Contoh resistor variable:




- Trimpot        : Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat dirubah dengan menggunakan obeng.

Gambar trimpot :






-Potensio       : Yaitu resistor yang nilai resistansinya dapat dirubah langsung menggunakan tangan dengan cara
memutar poros potensio tersebut

Gambar potensiometer :







3. Resistor Non Linier : Yaitu resistor yang nilai resistansinya tidak linier kerena pengaruh faktor lingkungan misalnya suhu dan  cahaya. Jenis ini dibagi menjadi 3 jenis yaitu :
- PTC : positif Temperatur Coefisien
Adalah  jenis resistor non linier yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi maka makin besar nilai resistansinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar